Felix keluar setelah asisten rumah tangganya beberapa kali mengetuk pintu kamarnya dan mengatakan bahwa chan datang ke rumahnya. Pemuda manis itu takut, dia tidak mau lagi berurusan dengan chan karena dia tau ujungnya bakal bikin mereka berantem lagi.

Namun kali ini felix menemuinya setelah tau bahwa mama dan papa nya telah pulang dan sekarang sedang berbincang dengan chan di ruang tamu. Kedua orang tua felix berteman baik dengan orang tua chan. Sejak awal, mereka menyambut baik hubungan romantis felix dengan chan dan berharap agar kedua anak adam itu bisa bersama mengikat kedua keluarga menjadi satu.

Setelah kejadian kemarin, felix rasa dia akan tidak akan bisa mewujudkan mimpi itu. Sudah cukup. Terlalu banyak luka yang felix terima. Kisahnya dengan chan sudah harus berakhir di sini.

“Felix, anak mama. Sini duduk dulu” wanita dengan darah Australia itu memberikan isyarat tangan supaya felix duduk.

Ehem

“Jadi felix, benar apa yang dikatakan chan?” Perhatian felix teralihkan ke suara papanya yang terdengar sedikit lebih berat. “Kamu selingkuh?”

Deg apa apaan? Darimana datangnya fitnah itu? Sejak kapan pula felix selingkuh? Dengan siapa pula? Namun sebelum felix sempat menjawab, pintu depan terbuka menampilkan seorang seo changbin yang dianterin oleh si mbak.

Pemuda yang lebih tua dari felix itu hanya mengenakan celana bahan dan kaos hitam serta sepatu kets khas orang habis joging. Begitu changbin masuk ke ruang tamu itu, netranya menangkap empat orang tengah berbincang. Setelahnya, dia merasa masuk ke tempat dan situasi yang kurang tepat.

“Kak changbin?”

Itu suara felix, dia tengah berdiri menatap changbin dan tersenyum tegang.

“Jadi ini yang namanya changbin” kali ini berasal dari lelaki yang paling tua. Entah mengapa changbin mendengar nada sarkasme dari lelaki tua itu.

“Maaf ya kak, felix bikin kakak masuk di situasi seperti ini”

“Sebentar, saya tidak paham lix.” Akhirnya Changbin angkat bicara setelah diam daritadi. “Saya ke sini karena kamu bilang kamu takut ketemu chan...”

“Siapa sih yang tidak takut untuk bertemu pacarnya setelah ketauan selingkuh?” Wanita yang duduk di samping lelaki tua itu menyauti, memotong dialognya.

Changbin mengerutkan dahinya, berfikir. “Sebentar, siapa di sini yang dimaksud selingkuhan? Saya tidak paham”

“Tunggu dulu” sergah lelaki tua itu yang ternyata adalah papa felix. “Kalau kamu bukan selingkuhanya felix untuk apa kamu kemari?”

“Saya mendapatkan pesan dari felix, anak anda ini tengah ketakutan dengan pacarnya. Anda sebagai orang tua harusnya tau dong kalau felix sering banget dipukuli oleh chan. I'm coming here for help him”

Kali ini mata sang ayah membulat. Pandangan sinisnya beralih ke chan. “Chan benar yang changbin katakan?”

“No, it just fight between lover, i dont hurt felix!” Chan berdiri, dia mencoba memberikan pembelaan terhadap diriny.

“Look at this